Survei Menunjukkan Masyarakat Puas Dengan Kinerja Jokowi

ITULAHPOLITIK– Indo Barometer dan Populi Center merilis survei yang menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja setahun presiden Joko Widodo. Kedua survei tersebut menunjukkan kepuasan masyarakat masih tinggi, di kisaran 60 persen.

Dalam survei yang dirilis Kamis (5/11), Indo Barometer mencatat total 64,6 persen masyarakat puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam satu tahun pemerintahan periode kedua 2019-2024.

“Sebesar 64,6 persen publik puas dengan kerja Presiden Joko Widodo. Yang tidak puas 33,1 persen, tidak tahu/tidak jawab 2,3 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari seperti dikutip dariĀ CNNIndonesia, Kamis (5/11).

Menurut Qodari hasil tersebut lebih baik dari pada survei setahun kepemimpinan pada periode pertama. Survei yang dikeluarkan pada September 2015 menunjukkan kepuasan masyarakat hanya 46,0 persen saja. Sementara 51,1 persen menyatakan tidak puas.

Populi Center juga mengeluarkan survei kepuasan masyarakat terkait setahun pertama kinerja Jokowi. Hasil survei menunjukkan 60,7 persen masyarakat merasa puas. Namun ternyata angka tersebut mengalami penurunan dari tahun lalu.

“Mengalami penurunan jika dibanding survei di bulan November 2019 dengan 65,1 persen. Sementara masyarakat yang menilai tidak puas dengan kinerja Presiden sebesar 36,1 persen (33,3 persen tidak puas dan 2,8 persen sangat tidak puas), angka ini naik dibanding survei sebelumnya yakni 17,7 persen,” demikian rilis Populi Center, Senin (9/11).

Dalam penjelasannya, Populi Center menduga penurunan kepuasan, serta naiknya ketidakpuasan dipengaruhi pandemi Covid-19 yang membuat kinerja pemerintahan Jokowi kurang optimal.

Sementara untuk kinerja setahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin mayoritas masih menilai baik yakni 68,7 persen. Di luar itu, 25,6 persen menjawab buruk dan 5,3 persen tidak tahu atau tak menjawab.

Survei Populi Center ini dilakukan pada 21-30 Oktober 2020. Survei melibatkan 1.000 orang responden di 100 kabupaten/kota yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia.

Artikel Terkait