Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman.
Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman.

Pengamat Politik Kritisi Komunikasi Pemerintah

ITULAHPOLITIK–Kesimpang-siuran informasi di masyarakat, memerlukan peran juru bicara pemerintah untuk meluruskan informasi. Namun, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menyatakan juru bicara pemerintah terkesan suka nyinyir seperti buzzer.

“Kehadiran juru bicara yang harusnya menjadi tumpuan informasi, justru lebih sering tampil di media sosial yang terkesan nyinyir sekelas buzzer.” kata Adi Prayitno.

Menurut Adi, seharusnya peran juru bicara pemerintah harus bisa meluruskan berbagai informasi yang simpang siur di tengah masyarakat.

Sehingga, para elite negara tidak saling membantah kebijakan yang dikeluarkan, serta berbagai isu pun tidak semakin liar.

“Saya kira jubir pemerintah harus bisa meluruskan berbagai informasi yang simpang siur, jangan sampai elite negara saling bantah dari isu yang kontriversial. Seperti corona, banyak beda pendepat dan saling bantah dan itu potret komunikasi yang tidak baik,” ucap Adi.

Adi pun mengatakan, seharusnya ada komunikasi terpusat untuk bisa memberikan keterangan kepada publik sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

“Harus ada satu komunikasi yang terpusat untuk memberikan keterangan kepada publik terkait kebijakan sehingga tidak menimbulak kegaduhan,” ujar Adi.

“Kalau seperti ini kan jadi siapa yang harus didengarkan karena satu menteri bisa membantah menteri yang lainnya, bahkan jubir juga membantah. Jadi siapa yag mau dijadikan rujukan,” tambahnya.

Artikel Terkait