ItulahPolitik – Penurunan elektabilitas Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Malang, H. Anton – Dimyati Ayatulloh (Abadi) di Pilkada 2024, dikarenakan suara pemilih partai pengusungnya yakni PAN dan Demokrat justru beralih ke Paslon Wahyu Hidayat dan Ali Mutohirin (Wali).
Hal ini sesuai dengan Hasil Survei LSI Deny JA, yang dirilis pada Rabu (20/11) kemarin. Menurut Survei LSI Deny JA, dalam distribusi pemilih di segmen pilihan partai menunjukkan jika 52,5 persen pemilih PAN justru memilih Paslon Wali, sedangkan hanya 20 persen saja yang memilih Paslon Abadi.
Sedangkan, 60 persen pemilih partai demokrat justru memberikan suaranya kepada Paslon Wali, dan 40 persen sisanya memberikan dukungan Paslon Abadi.
Survei ini sesuai dengan apa yang ditemukan oleh ItulahPolitik di lapangan. Sejumlah kader dan simpatisan dari dua partai tersebut kepada media online ini cenderung memilih Paslon Wali dibanding Paslon Abadi yang diusung partainya.
Alasannya, karena Paslon Wali dianggap memiliki pengalaman gabungan antara birokrat dan juga pengusaha. Selain itu, Paslon Wali tidak memiliki riwayat korupsi.
Peneliti LSI Deny JA, Fadhli Fakhri Fauzan mengatakan jika berdasar hasil survei masyarakat Kota Malang menolak keras praktik korupsi, dan menjadikan korupsi sebagai musuh bersama karena merugikan masyarakat.
“Mayoritas masyarakat Kota Malang menolak praktik korupsi,” kata Fadhli.